Pada 2017, dunia sains mengumumkan kera besar jenis baru: orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis). Penetapan itu didasarkan pada perbedaan genetik, bentuk tengkorak dan gigi, serta perilaku dibandingkan dua spesies orangutan lain di Sumatra dan Kalimantan.
Rumah yang sempit
Orangutan tapanuli hanya ditemukan di ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara. Populasinya diperkirakan tidak lebih dari beberapa ratus individu, menjadikannya kera besar dengan populasi paling kecil di dunia. Statusnya dalam Daftar Merah IUCN adalah Kritis (Critically Endangered).
Ancaman utama
- Fragmentasi habitat yang memisahkan kelompok-kelompok orangutan.
- Pembukaan hutan untuk berbagai kepentingan.
- Perburuan dan konflik dengan manusia di kebun.
Karena orangutan berkembang biak sangat lambat — betina umumnya melahirkan satu anak dalam selang waktu bertahun-tahun — kehilangan beberapa individu saja sudah berdampak besar pada kelangsungan populasi.
Harapan
Menjaga konektivitas hutan menjadi kunci, misalnya dengan mempertahankan koridor agar kelompok yang terpisah tetap bisa bertemu. Keterlibatan masyarakat sekitar dalam pemantauan dan pengelolaan kebun yang ramah satwa juga terbukti membantu mengurangi konflik.



