Hari pertama patroli, hujan turun sejak subuh. Kami berlima berjalan beriringan, membawa GPS, kamera, parang, dan bekal untuk tiga hari. Target kami adalah jalur-jalur yang dilaporkan warga sering dilalui orang tak dikenal.

Jerat yang diam

Jerat adalah pembunuh yang sabar. Seutas kawat baja yang disamarkan di jalur satwa bisa menunggu berminggu-minggu. Satwa apa pun yang lewat — rusa, babi hutan, bahkan beruang — bisa terjerat dan terluka parah.

Hari itu kami menemukan belasan jerat. Setiap jerat kami foto, catat koordinatnya, lalu kami bongkar. Data ini penting untuk memetakan area rawan dan mengatur patroli berikutnya.

Jejak yang menghibur

Pada hari ketiga, di batang pohon dekat sungai, kami menemukan bekas cakaran segar dan sarang lebah yang terkoyak. Beruang madu. Tidak ada yang bicara beberapa detik. Rasanya seperti hutan sedang berterima kasih.

Kami tidak bisa menjaga seluruh hutan sendirian. Setiap laporan warga adalah mata tambahan bagi kami.

Mengapa ini penting

Patroli rutin bukan hanya penegakan hukum. Ia juga cara menjalin hubungan dengan warga sekitar, mendengar keluhan konflik satwa, dan bersama-sama mencari jalan keluar.