Setiap kali hujan mulai jarang, kami di lapangan tahu: masa siaga dimulai. Kebakaran hutan dan lahan hampir selalu bermula dari ulah manusia, baik disengaja maupun karena kelalaian. Karena itu, kunci utamanya adalah pencegahan.
1. Patroli bersama
Patroli melibatkan polisi hutan, aparat desa, dan kelompok Masyarakat Peduli Api. Selain mencari titik api, patroli juga menjadi kesempatan untuk mengingatkan warga dan pemilik kebun.
2. Membuka lahan tanpa bakar
Membakar memang cara termurah membersihkan lahan, tetapi risikonya sangat besar, terutama di gambut. Alternatifnya antara lain pencacahan sisa tanaman, pengomposan, dan penggunaan alat sederhana yang disediakan bersama.
3. Peringatan dini
- Pantau informasi cuaca dan titik panas dari instansi resmi.
- Ukur tinggi muka air di lahan gambut secara berkala.
- Bentuk grup komunikasi warga untuk melaporkan asap secepatnya.
4. Siapkan sumber air
Embung, sumur bor, dan kanal yang disekat membantu tim memadamkan api lebih cepat sebelum meluas.
Api kecil di menit pertama bisa dipadamkan dengan seember air. Api di hari ketiga mungkin butuh helikopter.
Bila Anda melihat api atau asap di kawasan hutan dan lahan, segera laporkan kepada aparat desa atau petugas terdekat.



